Jumat, 23 April 2010

Siti Nurhaliza, Inspirasiku...

Siti Nurhaliza, Inspirasiku….


Saya sangat suka lagu-lagu melayu. Entah saya juga tidak tahu kapan rasa suka dengan lagu-lagu melayu mulai timbul dalam hati saya. Saya pikir itu bisa dikarenakan latar belakang ibu saya yang dari Sekayu atau bisa juga karena dari kecil saya diperkenalkan dengan lagu-lagu dangdut, oleh karena itu bisa jadi karena dangdut saya suka lagu melayu. Dari sekian banyak lagu melayu, saya paling dan paling suka ‘Seroja’. Saya punya keinginan akan mengumpulkan lagu-lagu Seroja sebanyak-banyaknya, siapapun penyanyinya.

Tahun 1997 atau 1998, lagu-lagu dari Malaysia hit di Indonesia. Dari sana muncullah sosok penyanyi wanita yang punya nama Siti Nurhaliza. Lagunya Aku Cinta Padamu booming di Indonesia. Terus dilanjutkan dengan ‘Cindai’. Eh, ada lagi ‘Nirmala’. Saya sangat suka Siti Nurhaliza disamping suaranya bagus, juga sikapnya yang santun. Saking sukanya dengan dia, cerita pendek saya ketika saya kelas satu SMA ceritanya menyangkut dia. Ingin ketawa kalau baca cerita pendek yang ditulis pakai pensil dan buku bekasan itu. Apalagi tulisan saya sangat bagus sekali, sampai-sampai bingung membacanya. Hehehehehe….



Impian saya yang sampai saat ini belum tercapai yaitu ingin membuat cerita-cerita yang punya latar belakang tradisional seperti tentang Keraton Yogyakarta, Sultan Ternate, Kesultanan Palembang, keunikan rakyat dan alam Papua, pokoknya kalau saya bisa seluruh kota di Indonesia saya buatkan cerita. Semoga keinginan ini suatu hari bisa tercapai. Amin. InsyaAllah….



*Sekedar saran untuk Departemen Pariwisata. Buat satu program telivisi di Malaysia yang menayangkan tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia sehingga kalau ada perselisihan tentang budaya lagi, kita sudah punya bukti kalau budaya yang ini dan itu milik Indonesia. Jangan cuma lagu-lagu Indonesia saja terkenal di Malaysia, tapi juga alam dan budaya kita perlu juga di expose. Ya, itupun jika Pemerintah Malaysia mengizinkan ada program televisi seperti itu. Saya selalu berdoa untuk kebaikan kedua negara.

Terimakasih untuk orang-orang yang memberi inspirasi.

Kamis, 01 April 2010

ternyata simple ^!^




INSPIRATION LETTER....
By : Fransisca Wongso


Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah. Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku. Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana . Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja

*
Anda adalah sebagaimana yang Anda pikirkan tentang diri Anda. Sehebat apapun orang memaksa atau mempengaruhi Anda, namun Andalah orang terakhir yang berhak memutuskan ya atau tidak paksaan tersebut. Yakinlah mulai hari ini tidak ada seorangpun yang mampu menyakiti hatimu kecuali atas izinmu. Anda adalah pemain yang akan menentukan arah bola yang Anda bawa. Anda bukan sekear penonton yang bersorak mendukung ataupun mengumpat apa yang dilakukan pemain di lapangan. Komitmenlah terhadap apa yang Anda cintai, lakukan yang terbaik, dan Anda pantas mendapatkan yang terbaik.

Salam Sukses Luar Biasa.

(wah bener2 simple... and luar biasa.... Thanks K'Jihad. Terimakasih untuk orang-orang yang memberi inspirasi)

Kamis, 07 Januari 2010

Pengennya Ketemu Riri Riza dan Mira Lesmana



Aku hobi nulis. Cita-cita dari kecil sebenarnya pengen jadi wartawan media cetak atau reporter TV. Tapi karena takdir jadinya aku sekarang lulusan akuntansi. Meski begitu, bukan berarti aku nggak punya impian yang besar di bidang pertelivisian itu. Hobiku bikin novel, membuatku berharap novel itu nggak hanya bisa dicetak jadi buku tapi juga bisa dibuat sebuah film.

Selain hobi nulis, aku juga hobi nonton film. Makanya karena seringnya nonton film jadi sering denger nama Riri Riza dan Mira Lesmana, dua nama yang nggak bisa dipisahin. Yang aku tahu mereka berdua sahabat baik. Pernah satu hari aku nonton di salah satu di TV swasta, yang bawain acaranya Farhan, dia ngunjungin Miles Film. Terus ketemu deh sama Mas Riri Riza. Waduh, aku seneng banget. Walau cuma lihat dari TV, gimana kantornya, siapa aja yang ada di sana, tapi tetep udah bisa ngobatin rasa penasaran aku gimana Miles Film itu. (Jadi pengen kerja di sana...amin..ha...ha...)

Pengennya suatu hari bisa ketemu sama mereka berdua. Kalo bisa kerjasama buat film. (He...he... PD-nya). Walau nggak punya ilmu yang banyak di bidang perfilman tapi aku tetep PD. Meski ditolak penerbit naskah aku, aku tetep PD. Kenapa terlalu PD? Karena dari PD itulah semangatku timbul. Siapa lagi yang mau nyemangatin kita, kalo nggak kita sendiri.
Aku jadi bingung. Kenapa naskah aku ditolak terus? Apa sih yang dilihat penerbit ketika melihat satu kiriman dari penulis pemula. Apa mereka cuma baca sinopsis tanpa baca naskahnya? Kalo sinopsinya jelek, otomatis naskah udah pasti jelek. (aku pikir itu belum tentu). Apa harus punya nama tenar dulu, baru penerbit mau nerbitin buku. Aku bisa bilang begini, karena teman-temanku yang baca novel aku rata-rata bilang bagus. Makanya aku PD buat kirim ke penerbit. Aku hanya pengen kalo naskah kita ditolak seharusnya penerbit kasih tahu apa yang kurang. Ini hanya dibilang 'kami berharap Anda bisa mengirimkan lagi naskah yang lain'. Eh, ada juga. Pernah aku kirim dua novel yang berbeda ke satu penerbit, tapi alasan dua novel itu ditolak sama aja. Seharusnya kan kekurangan dari satu novel dengan novel yang lain itu beda. Lah ini sama aja. Bikin penerbitan sendiri aja ya bagusnya. tapi lagi-lagi terkendala modal dan kurangnya pengetahuan bagaimana cara memulai wirausaha kayak gitu. Ada yang bersedia membantu? Ha....ha....


Kebetulan banget, Mira Lesmana yang diceritain, orangnya nongol di TV malam ini. Buat Mbak Mira semoga sukses filmnya. Semoga Mbak ya suatu hari aku bisa ketemu sama Mbak.(Amin)
Buat temen-temen yang punya mimpi yang sama, terus berkarya, jangan patah semangat. Yakin dalam hati yang terjadi pasti yang terbaik diberikan ALLAH SWT untuk kita.

(Terima kasih untuk orang-orang yang memberi inspirasi)

Minggu, 06 Desember 2009

Kisah di Politeknik Negeri Sriwijaya

NANO-NANO DI POLITEKNIK


Catatan ini aku buat berdasarkan pengalamanku dan pengamalan teman-temanku yang sering berbagi denganku. Aku berharap dengan catatan ini, kenangan-kenangan itu tak akan terlupakan meski waktu terus berjalan.



Tahun 2006 adalah tahun pertama aku masuk Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Tepatnya kalau nggak salah bulan September. Aku diterima di jurusan Akuntansi, di kelas AKB tepatnya. Waduh malu aku mengingat hari pertama aku masuk ke kelas itu. Seingatku aku paling telat masuknya. Untungnya dosen waktu itu baik, jadi nggak kena marah dan langsung dipersilahkan duduk. Paling telat masuk paling belakang dapet tempat duduk. Ya itu resiko yang harus aku terima. Tapi nggak apa-apa yang penting bisa duduk. He…he… Dulu kelasku masih pake meja kayak di sekolah-sekolah, tapi sekarang udah pake kursi yang memang untuk anak kuliahan. Dulu juga jurusanku masih sederhana, masih pake papan tulis sama spidol. Tapi sekarang… em…. udah canggih. Setiap kelas ada komputer, ada proyektor Dulu cuma ada kipas angin, sekarang udah pake AC. Wah kalau aku pikir-pikir beruntung banget adek-adek tingkat setelah angkatanku. Udah canggih semua euy.


Sejalannya waktu kami yang berasal dari SMA yang berbeda-beda akhirnya satu sama lain bisa berbaur. Kami mulai saling mengenal karakter satu sama lain. Pastinya dari karakter-karakter yang dijumpai ada yang buat seneng dan ada yang buat nggak seneng. Tapi memang begitulah persahabatan, ada manis dan pahitnya. Ada waktu kita bekerja sama dan ada waktu kita bersaing.

Suasana kalo lagi khusyuk belajar ya gini. Semuanya pada memegang buku besar, pensil, penggaris, dan pena. Satu lagi kalkulator, ini penting buat ngitung. Kalo lagi santai, ya santai ngerjain tugas kayak gambar di sampaing ini. Tapi kalo lagi banyak tugas dan harus selelsai hari itu, nggak tahu deh kayak apa kelasku. Kadang-kadang kalo mepet bener, kita yang masuk kelasnya siang, janjian datang jam 9-an di perpustakaan atau nggak di mesjid. Mesjid selain buat sholat, jadi tempat juga buat ngerjain tugas. Lokasi mesjid yang dipilih karena tempatnya luas sekalian bisa sholat zuhur.



Belajar terus bisa bikin bosen juga… rasanya males banget buat ngerjain sesuatu. Nulis pun seolah dipaksa. Tapi ya namanya mahasiswa juga manusia biasa, nggak selalu rajin belajar. Kita juga perlu waktu buat rehat supaya jenuh sedikit hilang. Salah satunya kalo lagi nggak ada dosen ya…. berkelakar sama temen-temen di samping kanan-kiri depan belakang. Bisa kebayang kelas kayak apa kalo semua pada ngobrol. Gaduh… kayak anak SD kelas 1 yang baru masuk….


Salah satu obat ngilangin suntuk belajarnya di lab. komputer. Mungkin di kelas melulu itu yang buat bosen, untungnya ada mata kuliah lab. komputer. Terbantu deh… Kita sih kadang-kadang kalo masih ada kesempatan di lab. komputer suka main game (Maafkan kami ya bapak dan ibu dosen). Game paling populer dulu ‘ONET’. Supaya menang makanya kita saling bantu. Kalo menang puasnya minta ampun. Hem… jadi kangen masa-masa itu.




Saat-saat yang paling dinanti. BALLEK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! :-):-):-)

Semua temen nggak sabaran kalo jam udah mendekati pukul enam sore....








Jumat, 27 November 2009

Kisah



LOPER KORAN YANG PENUH SEMANGAT


Loper koran itu menurutku adalah orang yang menjual koran secara eceran di jalan-jalan maupun ke rumah-rumah (sok tahu ya.he…he…). Kalau kita sedang bepergian, kita pasti sering melihat mereka saat kita berhenti di lampu mereh. Tapi bukan loper koran yang menjajakan koran mereka di lampu mereha yang ingin aku ceritakan, melainkan seorang loper koran yang sering aku lihat waktu aku di angkot menuju kantor.

Loper koran ini seorang bapak yang berumur sekitar 35-40 tahun. Tangan beliau begitu kuat memutar-mutar kursi roda menyusuri jalan raya. Ya, bapak ini adalah orang yang tidak sempurna. Kakinya sudah tidak bisa digunakan lagi sehingga untuk mengantar koran ke rumah-rumah langganannya, beliau harus menggunakan kursi roda.

Pertama kali melihatnya aku memang iba, namun juga sangat kagum. Dengan kondisi beliau yang tidak bisa berjalan dan berkursi roda, akan tetapi beliau masih berjuang mencari rizki. Tidak ada rasa takut terlihat dari dirinya akan kendaraan yang lalu lalang. Sepertinya beliau sudah sangat hapal dengan situasi jalan yang dilalui.

Ingin sekali aku berkenalan dengan loper koran yang berkursi roda itu. Ingin tahu apa yang mendorong beliau sehingga mau menjual koran dengan keadaannya yang tidak bisa berjalan. Apakah karena istri dan anaknya atau ada alasan yang lain.

Sungguh hal yang seperti ini membuka mataku. Aku yang sempurna (punya tangan dan kaki) ini masih saja suka mengeluh jika diberi susah sedikit oleh Allah SWT dan masih suka malas untuk berbuat sesuatu untuk diriku. Tapi beliau yang tidak bisa berjalan sangat semangat mengantar koran ke rumah para pelangganannya dengan kursi roda. Semangat hidup beliau patut dicontoh. Waktu tidak menunggu. Hidup terus berjalan. Oleh karena itu harus semangat terus. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan rizki kepada bapak loper koran itu. Amin.

Terima kasih untuk orang-orang yang memberi inspirasi.


Sabtu, 21 November 2009

Lagu Tanjak


Akhirnya dapet juga lagu Tanjak yang judulnya ‘Asekku Dak Kuase Mak Ikak’. Meski nggak pernah tahu anggota bandnya itu siapa aja, tapi aku bangga sama yang nyanyi’in yaitu Tanjak Band plus yang ciptain lagu ini. Aku kasih dua jempol deh buat mereka. Lagu ini ngingetin aku sama temen kuliah yang dari Musi Banyuasin. Umakku juga asli orang sana Loh. Jadi pengen ke dusun. Dah lama banget nggak pulang. Pengen lihat Sungai Musi dari depan rumah nenek {Di Benteng Kuto Besak (KBK) juga bisa ya. Haa…haa...}. Tapi mungkin kalau di dusun rasanya beda. Ini aku buat lirik lagunya buat siapa aja yang suka juga dengan lagu ini. Mari kita lestarikan seni dan budaya daerah kita. Dan selalu saya ucapkan Terima kasih untuk orang-orang yang memberi inspirasi.


Asekke Dak Kuase Mak Ikak

By : Tanjak Band Palembang

Di simpang jalan ikak ku ngelek nga
Nga nunduk malu sameku
Nga betine dusun pemalu
Nemen igek larai tekelik sameku

Sare nian nak kenalan same nga
Nemen igek belarai sekku cubo marai
Amenku tahu nga tu galak sameku
Dak dem-dem ku nemen nyusul nga

Asekku dak kuase mak ikak
Nga tu ade di hatiku kaklah
Nga tu gadis idamanku
Ku kak linjang dengen nga

Kian arai aku kak cinte ngen nga
Nga malu larai menghindari aku
Makin ragap ngelek nga
Ya Allah tolongi aku
Jadikelah kami kak pacak same-same







Senin, 19 Oktober 2009

Lirik lagu melati karangan



Melati Karangan

Karya : Alm. Nungcik Alidin

Melati karangan
Sunting aisan gadis palembang
Ai bagus nian
Rambut disuri bergelung malam
Berambut panjang
Itu tandonyo asli Palembang
Ai cantik nian
Tingkah lakunyo alep dan sopan
Kalu bejalan… tando gadisnyo memake subang
Ai belenggang nian,
tando tuonya baju kurung,
betudung selendang


(*Maafkan jika ada kesalahan lirik. Silahkan berikan komentar ada Anda untuk memperbaikinya.)

Terima kasih untuk orang-orang yang memberi inspirasi)

Cari Blog Ini